Powered By Blogger

Sabtu, 15 Oktober 2011

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

1.      Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi e-mail pegawai ? Menurut pendapat saya, itu sanagat diperlukan untuk menunjang kinerja para pegawai dalam melaksanakan tugasnya lalu dapat mempermudah dalam pelaksanaan pengawasan pekerja, dimana pegawai bisa mengirim laporan - laporan melalui e-mail.
2.      Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi website yang dikunjungin pegawai ? Disini peran manajemn sangat penting, karena dapat mengawasi kegiatan - kegiatan yang dilakukan para pegawai saat jam kerja, khususnya dalam dunia maya. Dengan hal itu perusahaan bisa mengetahui website apa saja yang dikunjungi pegawai, jika ada salah satu oegawai yang mengunjungi website yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan, pihak perusahaan bisa mengetahui dan menegur atau tindakan semacamnya.
3.      Sejauh mana manajemen seharusnya mengawasi kinerja para pegawai ?
Pendapat saya itu dapat mempermudah perusahan dalam mengetahui kinerja pegawainya, dalam konteks software sangat dibutuhkan untuk menunjang pengawasan bagi para pegawai seperti dalam hal absensi.Dengan adanya software penunjang seperti itu perusahaan bisa tahu siapa - siapa saja pegawai yang masuk kerja dan yang tidak hadir.
4.      Haruskah perusahaan menggunakan software untuk secara elektronik menghapus jejak e-mail ? tidak perlu, karena para pengguna e-mail khusunya pegawai bisa menghapus e-mail yang sudah tidakbermanfaat. Dan juga pemakai yang lebih tahu mana saja e-mail yang masih terpakai atau yang sudah tidak bermanfaat, jadi pemakai bisa menyaring e-mail yang akan dihapusnya.
5.     Dalam situasi apa dan untuk siapa sebuah perusahaan dapat menyebarkan informasi yang dikumpulkan tentang orang - orang yang mengunjungi website mereka ? Dalam hal situasi perusahan sedang baik, jadi perusahan dapat meningkatnya produksi - produksi karenapara konsumen akan tertarik untuk mengetahui informasi tentang produk perusahaan.



Sabtu, 24 September 2011

Analisis Sistem Informasi

 Analisis sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem informasi. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.
Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya, maka dari itu tahapan _ tahapan tersebut saling terkait satu dengan lain. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).
Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :
  1. Analisis kelayakan
Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.
  1. Analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat  kesepakatan dalam pengembangan sistem.

                                                                       Sumber : Rahmat blog

Senin, 25 Juli 2011

Meningkatkan Performance dengan Native Compilation

Native Compilation adalah feature yang disediakan oleh Oracle agar objek-objek PL/SQL (procedure, function, package, trigger) pada saat
dieksekusi dilakukan oleh compiler non-Oracle (C Compiler). Tujuan dari Native Compilation adalah untuk meningkatkan performance. Secara default fitur ini tidak diaktifkan.
Untuk menggunakan fitur ini jika Anda menggunakan Oracle 10g, di server harus ada compiler C atau C++ dan dibuat folder untuk shared DLL-nya sedangkan di Oracle 11g tidak perlu lagi.
Parameter yang harus disetting (Oracle 10g)
  • plsql_native_library_dir
  • plsql_native_library_subdir_count
  • plsql_code_type
SQL> alter system set plsql_native_library_dir='d:\plsql_lib';
col name for a35
col value format a30
set linesize 200 

SELECT name, value FROM gv$parameter WHERE name LIKE '%plsql%';
NAME                                VALUE
----------------------------------- --------------------------
plsql_compiler_flags                INTERPRETED, NON_DEBUG
plsql_native_library_dir            d:\plsql_lib
plsql_native_library_subdir_count   0
plsql_code_type                     INTERPRETED
Pada demo ini akan digunakan dua function dimana yang satu dikerjakan dengan INTERPRETED dan satunya
engan NATIVE. Kedua function mengerjakan proses yang sama yaitu
menghitung faktorial.
Function factorial_intrepreted
 
CREATE OR REPLACE FUNCTION factorial_interpreted(p_n NUMBER)
RETURN NUMBER IS
BEGIN    
    IF (p_n = 1) THEN       
      RETURN 1;    
    ELSE       
      RETURN factorial_interpreted(p_n-1) * p_n;    
    END IF;
END factorial_interpreted;
/

Function factorial_native
 
CREATE OR REPLACE FUNCTION factorial_native(p_n NUMBER)
RETURN NUMBER IS
BEGIN
   IF (p_n = 1) THEN
     RETURN 1;
   ELSE
     RETURN factorial_native(p_n-1) * p_n;
   END IF;
END factorial_native;
/

Periksa cara eksekusinya apakah menggunakan intepreted atau native compiler
 
SELECT  o.object_name,
        o.object_type,
        s.param_value comp_mode
FROM user_stored_settings s,
      user_objects o
WHERE o.object_id = s.object_id
AND param_name = 'plsql_compiler_flags'
AND o.object_name LIKE 'FACTOR%';
OBJECT_NAME            OBJECT_TYPE  COMP_MODE
---------------------- ------------ -----------------------
FACTORIAL_INTERPRETED  FUNCTION     INTERPRETED,NON_DEBUG
FACTORIAL_NATIVE       FUNCTION     INTERPRETED,NON_DEBUG

Secara default semua dikerjakan secara INTEPRETED. Untuk mengubah agar function
factorial_native dikerjakan dengan native compiler, lakukan dengab perintah berikut :
ALTER FUNCTION factorial_native COMPILE PLSQL_CODE_TYPE=NATIVE
REUSE SETTINGS;
Kemudian periksa kembali dengan perintah sebelumnya.
Buat PL/SQL Block untuk melakukan pengujian terhadap kedua function tersebut.
 
set serveroutput on;
DECLARE
    l_start NUMBER;
    l_n     NUMBER;
BEGIN
  l_start := dbms_utility.get_time;
  FOR i IN 1 .. 10000
  LOOP
      l_n := factorial_interpreted(50);
  END LOOP;
  dbms_output.put_line('Interpreted: '
       || (dbms_utility.get_time-l_start)
       || ' hsecs...' || l_n);    

  l_start := dbms_utility.get_time;
  FOR i IN 1 .. 10000
  LOOP
      l_n := factorial_native(50);
  END LOOP;
  dbms_output.put_line('Native:      '
       || (dbms_utility.get_time-l_start)
       || ' hsecs...' || l_n); 

END;
/
Interpreted: 31 hsecs…3041409320
Native:      22 hsecs…3041409320

Lihat perbedaan waktu eksekusinya…

                                                                                     Sumber: Bambang Sutejo, klik-oracle.web.id

Minggu, 24 Juli 2011

Koneksi dari Oracle ke MS Acces dengan Heterogeneous Services

Pada bagian ini, kita membahas bagaimana cara mengakses tabel yang ada di database MS Access dari database Oracle. Untuk mendemokan hal ini, penulis menggunakan MS Access Office 2003 dan Oracle 10g R2 Database. Mari langsung saja kira mempraktekkannya.
Persiapan MS Access
1. Buat database dbtest di MS ACCESS dengan nama dbtest dan simpan file mdb-nya di C:\dbtest.mdb
2. Buat tabel PESERTA dan isi data berikut:
Tabel PESERTA beserta isinya
Buat koneksi ODBC
1. Control Panel –> Administrative Tools –> Data Source (ODBC)
2. Pada tab System DSN, klik Add dan pilih “Drive do Microsoft Access (*.mdb) “, klik Finish
  • Data Source Name : ODBCACC
  • Description : Untuk koneksi dengan Oracle
  • Klik  button Select dan pilih file *.mdb untuk database “c:\dbtest.mdb” yang sudah dibuat sebelumnya
Konfigurasi ODBC
Klik OK
Menyiapkan Oracle Server
Pastikan yang anda Install adalah Oracle Server, bukan Oracle Client. Karena Oracle client tidak ada Heterogeneous Services  (folder $ORACLE_HOME\hs).
Edit file LISTENER.ORA, tambahkan SID_NAME “hsodbc” sebagai berikut :
 
SID_LIST_LISTENER =
   (SID_LIST =
     (SID_DESC =
       (SID_NAME = PLSExtProc)
       (ORACLE_HOME = C:\oracle\product\10.2.0\db_1)
       (PROGRAM = extproc)
     )
       (SID_DESC =
       (SID_NAME = hsodbc)
       (ORACLE_HOME = C:\oracle\product\10.2.0\db_1)
       (PROGRAM = hsodbc)
     )
)
LISTENER =
   (DESCRIPTION_LIST =
      (DESCRIPTION =
       (ADDRESS = (PROTOCOL = IPC)(KEY = EXTPROC1))
       (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = aspire5050)(PORT = 1521))
      )
   )

STOP dan START listener. Gunakan Services dari Windows atau tools LSNRCTL
 
C:\LSNRCTL [enter]
LSNRCTL> STOP
LSNRCTL> START

Konfigurasi Heterogeneous Services  (HS)
Edit file file ORACLE_HOME\hs\admin\inithsodbc.ora dan tambahkan nama ODBC System DNS yang dibuat sebelumnya dalam hal ini adalah ODBCACC
 
HS_FDS_CONNECT_INFO = odbcacc
HS_FDS_TRACE_LEVEL = off

Konfigur koneksi dari Oracle

Untuk koneksi ke MS Access kita juga perlu mengubah file TNSNAMES.ORA untuk mendefinisikan host string.
Tambahkan koneksi “msaccess.world” seperti berikut pada file tnsnames.ora:
msaccess.world =
(DESCRIPTION =
    (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = aspire5050) (PORT = 1521))
    (CONNECT_DATA =(SID = hsodbc))
    (HS=OK)
)

Gunakan TNSPING untuk menguji koneksi yang baru dibuat. Pastikan koneksi berhasil
C:\tnsping access_db.world

Buat database link di database Oracle
 
SQL> connect system/oracle
Connected.

SQL> CREATE DATABASE LINK db_access USING 'msaccess.world';
Database link created.

Akses tabel di MS Access dari Oracle
Query ke tabel PESERTA yang ada di MS Access dengan cara berikut :
 
SQL> SELECT * from peserta@db_access;

ID         NAMA                                                    NILAI
---------- -------------------------------------------------- ----------
1000       MEUTIA                                                    800
1001       AMAURA                                                    750
1002       TONY                                                      850

Selesai, materi cara koneksi dari Oracle ke MS Access.

                                                                                                                        Sumber: klik-oracle.web.id

Senin, 28 Maret 2011

Kesenjangan Sosial Ekonomi, Duri dalam Indonesia Merdeka.

64 tahun sudah Indonesia merdeka dan berdaulat, setiap tanggal 17 Agustus selalu diadakan upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan negeri ini. Defile militer sebagai perlambang kekuatan bangsa ini selalu siap mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dengan pengorbanan yang tidak dapat diukur. pembacaan teks proklamasi, doa , pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi musik lagu Indonesia Raya adalah acara pokok dalam setiap hari peringatan kemerdekaan kita.  Sejenak kita lupakan perbedaan, semua sepakat Indonesia Merdeka, Indonesia  Bersatu.
Perbedaan pendapat, ideologi atau kepercayaan adalah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara dimanapun didunia ini. Jika kita tengok sejarah perkembangan peradaban umat manusia, banyak teori yang kita jumpai. Ada teori yang mengatakan bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai sifat buas. Hidup berkomunal adalah sifat dasar semua mahluk dibumi ini sehingga dapat berkembang biak atau mempertahankan eksistensinya. Demikian pula dengan kehidupan  manusia, perbedaan dengan mahluk lain adalah manusia mempunyai akal yang lebih.  Dalam mempertahankan hidup, prinsip dasar yang dilakukan oleh manusia adalah makan dan mempertahankan diri, namun karena manusia mempunyai akal, sesuai perkembangan peradaban manusia belajar bagaimana mempertahankan hidup dengan norma dan etika. Dengan norma dan etika yang disepakati yang diterima dan  dipatuhi pada akhirnya manusia dapat hidup berdampingan dengan kelompok lainnya secara damai.  Sangsi terhadap pelanggaran norma dan etika tersebut adalah sebuah cara agar manusia taat pada kesepakatan. Norma dan etika yang dapat disepakati oleh manusia juga menekan sifat dasar manusia yang buas itu tidak timbul.
Dalam kehidupan keseharian, kasus pembunuhan dengan berbagai alasan adalah menunjukkan sifat dasar manusia yang buas itu masih dapat timbul pada setiap orang namun dalam tingkatan yang berbeda. Penentangan terhadap norma dan etika yang berlaku dan berlangsung terus menerus sangat mudah memunculkan sikap ekstrim ketika mendapat kesempatan. Seperti kita lihat yang terjadi pada bangsa ini, kegembiraan yang luar biasa karena massa mampu menekan pemerintahan Orde Baru yang dinilai menghalangi kebebasan dilampiaskan dengan penjarahan, pemerkosaan atau perusakan.
Norma dan etika yang dikeluarkan negara sebagaimana kita kenal dengan undang undang negara menyangkut pengaturan prilaku bangsanya tentunya tidak mengesampingkan norma dan etika yang terkandung dalam agama dan adat istiadat. Namun demikian, alam pikiran maupun prilaku manusia tidaklah dapat diatur. Disadari bahwa berzina merupakan pelanggaran hukum agama maupun negara, tetapi pelacuran tetap ada karena ada permintaan adalah gambaran bahwa prilaku manusia tidak dapat diatur maupun diseragamkan.
Sebagai dijelaskan diatas, bahwa prinsip dasar manusia untuk dapat eksist adalah makan dan mempertahankan diri. Pada awalnya, kebutuhan pangan manusia sepenuhnya hanya mengandalkan ketersediaan dari alam seperti halnya perburuan hewan. Perburuan hewan sebagai pemenuhan bahan pangan masih dapat dijumpai dalam kehidupan suku terasing di Indonesia. Namun sejalan dengan perkembangan jumlah manusia, keseimbangan alam mulai berubah. Perubahan keseimbangan alam itu mendorong manusia menggunakan akal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berternak atau bercocok tanam. Perkembangan peradaban umat manusia, memunculkan pula kebutuhan kebutuhan lainnya dan terjadilah aktifitas perekonomian seperti yang kita jumpai saat ini.
Dalam konteks tulisan diatas, Negara Republik Indonesia adalah organisasi komunitas bangsa dalam pemenuhan kehidupan dan pertahanan diri. Harus dimaklumi, bahwa negara dimanapun didunia tidak dapat secara sempurna mengakomodir semua keinginan bangsanya. Tidak dapat terpenuhi keinginan tersebut menimbulkan rasa ketidak adilan. Makin banyak  bangsa ini yang merasa tidak mendapat keadilan, makin banyak penentangan.
Adil dan makmur adalah tujuan utama dari kemerdekaan ini, menuju Indonesia sejahtera itulah sloganya. Lalu apa arti keadilan ?. Dalam Indonesia Merdeka seperti sekarang, keadilan menjadi relatif, tergantung sudut pandangnya.  Bagi yang sukses merasa telah mendapat keadilan sebaliknya bagi yang terpuruk keadilan jauh darinya.  Kesuksesan adalah kekuasaan, dalam artian yang luas, kekuasaan bukan dilihat dari jabatan pemerintahan tetapi bagaimana kekuasaannya dapat mengarahkan pemenuhan keinginanya yang tujuan akhirnya adalah ekonomi. Secara umum, bahwa keadilan yang diinginkan oleh bangsa Indonesia Merdeka adalah keadilan ekonomi.
Pada dasarnya semua orang ingin hidup sejahtera sebagai mana cita cita kemerdekaan bangsa ini. Namun dalam kenyataanya masih banyak kita jumpai daerah daerah miskin diseluruh Indonesia.  Perubahan system pemerintahan maupun anggaran dari sentralisasi ke otonom hanya memindahkan korupsi yang semula terpusat menjadi kedaerah.  Pendekatan pembangunan infrastruktur masih berpedoman pada kepadatan penduduk, tidak perlu heran apabila jalan-jalan ekonomi didaerah banyak yang rusak. Namun demikian harus dimaklumi karena anggaran tidak mencukupi.  Tetapi, akibat dari kebijakan tersebut, sumber daya alam tidak terolah karena kendala infrastrktur sehingga Indonesia yang kaya raya sumber alam hanyalah slogan.  Hal ini akan mendorong terjadinya urbanisasi keperkotaan, timbul masalah sosial, terjadi penggusuran dan lain sebagainya.  Bermula dari kerawanan sosial ekonomi, bukan tidak mungkin akhirnya menjadi kerawan politik.
Membangun sebuah karakter bangsa bukanlah hal yang mudah, sebagaimana uraian diatas hanyalah gambaran singkat mata rantai kehidupan manusia secara universal. Permasalahan bangsa tidak dapat digeneralisasi begitu saja, perlu pencarian akar permasalahan yang mendasar untuk tindakan perbaikan ekonomi, tetapi harus dimulai dari mana ?.  Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan tujuan membersihkan aparatur negara dari korupsi hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak masalah yang harus dibenahi. Pelarangan perdagangan kayu jenis tertentu tetapi tidak tersedia substitusinya justru menjadi ekonomi biaya tinggi disektor property. Belum lagi masalah perburuhan, aturan dikeluarkan dengan misi melindungi hak buruh disiasati menjadi buruh outsourcing oleh pengusaha bahkan oleh BUMN yang nota bene milik pemerintah.   Artinya aturan yang dikeluarkan menjadi tidak efektif kalau tidak ada niat diikuti. Pada akhirnya semua akan kembali kepada mental bangsa untuk membangun ekonomi negeri ini. Makin jauh kesenjangan ekonomi, makin banyak penentangan yang dilakukan bangsa ini.

Sumber : kompasiana

Minggu, 13 Maret 2011

Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Etimologi

Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau di tahun 1913.

Sejarah

Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki "Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM, menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad.Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan. Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman Keemasan" dalam sejarah Indonesia.Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.
Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.
Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.
Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.
Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (Politionele Actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer. Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"), dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.
Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.
Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil "Mafia Berkeley". Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.
Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.
Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

Politik dan Pemerintahan

Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen. Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufiq Kiemas. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).
Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.
  

Pembagian administratif

Indonesia saat ini terdiri dari 33 provinsi, lima di antaranya memiliki status yang berbeda. Provinsi dibagi menjadi 399 kabupaten dan 98 kota yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan, desa, gampong, kampung, nagari, pekon, atau istilah lain yang diakomodasi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD Kota dan walikota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada. Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.
Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah. Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi. Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001. DKI Jakarta, adalah daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.
Provinsi di Indonesia dan ibukotanya
Sumatera
  • Aceh - Banda Aceh
  • Sumatera Utara - Medan
  • Sumatera Barat - Padang
  • Riau - Pekanbaru
  • Kepulauan Riau - Tanjung Pinang
  • Jambi - Jambi
  • Sumatera Selatan - Palembang
  • Kepulauan Bangka Belitung - Pangkal Pinang
  • Bengkulu - Bengkulu
  • Lampung - Bandar Lampung
Jawa
  • Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Banten - Serang
  • Jawa Barat - Bandung
  • Jawa Tengah - Semarang
  • Daerah Istimewa Yogyakarta - Yogyakarta
  • Jawa Timur - Surabaya
Kepulauan Sunda Kecil
  • Bali - Denpasar
  • Nusa Tenggara Barat - Mataram
  • Nusa Tenggara Timur - Kupang
Kalimantan
  • Kalimantan Barat - Pontianak
  • Kalimantan Tengah - Palangka Raya
  • Kalimantan Selatan - Banjarmasin
  • Kalimantan Timur - Samarinda
Sulawesi
  • Sulawesi Utara - Manado
  • Gorontalo - Gorontalo
  • Sulawesi Tengah - Palu
  • Sulawesi Barat - Mamuju
  • Sulawesi Selatan - Makassar
  • Sulawesi Tenggara - Kendari
Kepulauan Maluku
  • Maluku - Ambon
  • Maluku Utara - Sofifi
Papua bagian barat
  • Papua Barat - Manokwari
  • Papua - Jayapura

Ekonomi


Peta yang menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto per kapita provinsi-provinsi Indonesia pada tahun 2008 atas harga berlaku. PDRB per kapita provinsi Kalimantan Timur mencapai Rp.100 juta manakala PDRB per kapita Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur kurang dari Rp.5 juta.
██ Lebih dari Rp.100 juta ██ Rp.50 juta ++ - Rp.100 juta ██ Rp.40 juta ++ - Rp.50 juta ██ Rp.30 juta ++ - Rp.40 juta ██ Rp.20 juta ++ - Rp.30 juta ██ Rp.10 juta ++ - Rp.20 juta ██ Rp.5 juta ++ - Rp.10 juta ██ Kurang dari Rp.5 juta
Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.
Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.


Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu, yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.


Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%. Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia. Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.

Kebudayaan

Pertunjukan



Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.
Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Busana



Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri batiknya. Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatera Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatra Utara (Batak), busana kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya.

Arsitektur




Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Cina, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.
Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi. Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang, Monumen Nasional, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di Institut Teknologi Bandung.
                         
                                                                                                                          Sumber : Wikipedia


 




 

 



 

Minggu, 27 Februari 2011

Sejarah Pembentukan Bumi dan Perkembangannya (Teori Terjadinya Bumi dan Tata Surya)

Bumi terbentuk miliaran tahun lalu, tetapi permukaan Bumi telah banyak mengalami proses perkembangan dan perubahan sepanjang masa. Perubahan tersebut bersifat cepat maupun lambat. Penyebab perubahan tersebut adalah gaya dari dalam bumi (Endogen) dan tenaga dari luar Bumi (eksogen).

Bumi merupakan bagian dari sistem galaksi yang berada di jagat raya, yaitu galaksi Bimasakti. Tahukah kamu apa yang disebut dengan galaksi? Dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya mempunyai gaya tarik-menarik (gravitasi). Bumi yang kita tempati hanya bagian kecil saja dari galaksi Bimasakti, yaitu bagian dari tata surya dengan matahari sebagai pusatnya.

Bimasakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 5m di Observatorium Hale mungkin sampai kira-kira satu miliar galaksi. Galaksi-galaksi inilah pengisi jagat raya.

1. Teori Kabut Kant-Laplace

Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi.
Ingatkah kamu tentang teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

2. Teori Planetesimal

Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul Teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.

Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi.

3. Teori Pasang Surut Gas

Teori Pasang Surut Gas ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas.

4. Teori Bintang Kembar

Teori Bintang Kembar ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.


5. Teori Dentuman besar (Big Bang Theory)

Teori ini berdasarkan jenis asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis sangat besar. Adanya reaksi inti menyebabkan amssa tersebut meledak hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat cepat, menjauhi pusat ledakan. Karena adanya gravitasi, maka bintang yang paling kuat gravitasinya akan menjadi pusatnya.
Dari berbagai teori yang dikemukakan para ahli, kebanyakan ilmuwan mendukung teori dentuman besar. Menurut mereka, ledakan besar tersebut merupakan awal terbentuknya alam semesta.


                                                          Sumber : http://www.g-excess.com/id/sejarah-p...ata-surya.html